5 Alasan yang Membuat Harga Minuman Alkohol Jadi Mahal Menurut Balimoon - Balimoon Indonesia
5 Reasons Why Alcoholic Beverages Can Be So Expensive, According to Balimoon

5 Alasan yang Membuat Harga Minuman Alkohol Jadi Mahal Menurut Balimoon

Memperkirakan alasan mengapa harga minuman alkohol sangat mahal hingga ada yang dilabeli sebagai minuman alkohol paling mahal di dunia hanya karena disebabkan oleh kualitas fermentasi tingkat tinggi, adalah jawaban yang biasa saja.

Karena ternyata jawaban di atas bukanlah satu-satunya alasan, karena terdapat beberapa faktor penting lainnya yang tidak kalah pentingnya.

Ingin tahu jawaban pastinya? Mari simak ulasan mendalam tentang 5 alasan yang membuat harga minuman alkohol jadi mahal dari Balimoon di bawah ini. 

Kombinasi Bahan Baku yang Langka dan Mahal

Kita dapat mengambil contoh minuman alkohol Mendis Coconut Brandy VS, VS yang jadi kependekan dari very special bukan hanya nama loh melainkan juga gambaran betapa tidak biasanya cara memperoleh dan mengolah bahan bakunya.

Bayangkan 100% nira bunga kelapa sebagai bahan utama harus melewati proses penyulingan yang hari-hati agar tidak kehilangan kemurniannya.

Setelah proses penyulingan yang penuh kehati-hatian, proses selanjutnya adalah melakukan fermentasi menggunakan tong kayu, terdengar sederhana bukan? Tunggu hingga kamu mengetahui jika kayu dari tong tersebut harus terbuat dari kayu Hamilla.

Kayu Hamilla sendiri adalah kayu yang terkenal langka dan misterius terlebih lagi kayu Hamilla dianggap bukan hanya berperan pada proses fermentasi saja, karena ia dipercaya dapat menambahkan profil rasa yang unik dan eksotik.

Proses Produksi yang Sulit

Secara psikologis manusia sebagai konsumen lebih bisa menerima harga suatu barang yang mahal karena sulitnya proses pembuatan. Proses itu dianggap sebagai usaha keras untuk membuat produk yang siap konsumsi.

Hal tersebut juga terjadi di proses pembuatan minuman keras yang jika makin sulit proses pembuatannya maka akan makin tinggi juga harga jualnya. Untuk dapat membayangkan betapa sulit proses pembuatannya, kita akan ambil contoh dari betapa sulitnya proses pembuatan Yamazaki 55.

Yamazaki 55 adalah minuman alkohol yang berbahan dasar ragi yang difermentasi menggunakan air yang murni dari pegunungan langsung, sehingga membuat proses fermentasinya berjalan sangat lambat, lalu setelah fermentasi dilakukan destilasi ganda dalam pot still tembaga yang suhunya harus dijaga secara presisi.

Setelah proses di atas selanjutnya dilakukan pematangan di dalam tong kayu yang berbahan dasar dari kayu Mizunara yang terkenal sulit dikendalikan karena porositasnya yang tinggi sehingga mudah bocor, bayangkan harus menjaga porositas sebuah tong kayu agar tidak bocor selama puluhan tahun adalah proses yang tidak bisa dibilang mudah.

Tidak heran jika Yamazaki 55 dibandrol dengan harga kurang lebih Rp378 juta rupiah saart awal rilis, yang nantinya pada sebuah lelang ia terjual di angka kurang lebih Rp11,4 milyar rupiah.

Penambahan Nilai Dari Aktivitas Marketing

Apa gunanya membuat suatu produk yang berbahan dasar langka dan proses pembuatan yang rumit jika tidak ada yang mengetahui produk tersebut? Itulah mengapa produk yang memiliki status mewah pun masih butuh melalui proses marketing yang biasa disebut sebagai luxury marketing.

Hal yang wajib dipertimbangkan dari kegiatan luxury marketing ini adalah target pasar yang sangat spesifik, karena target pasarnya tergolong memiliki tingkat edukasi yang berkualitas maka tantangan marketing yang dilakukan tidaklah mudah, mengingat si target pasar adalah orang yang benar-benar memahami cara mengonsumsi barang mewah.

Maka tidak heran jika proses luxury marketing yang dilakukan ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kenaikan harga jual produk, karena tiap pengeluaran yang dilakukan oleh produsen akan dikonversi menjadi harga jual.

Nilai Historis

Percaya atau tidak nilai historis juga memiliki posisi yang signifikan dalam mempengaruhi harga jual produk karena berhubungan dengan pengaruh yang selama ini telah diyakini oleh masyarakat yang akhirnya menjadi persepsi nilai yang kokoh.

Persepsi nilai tersebut lah yang dilihat sebagai kredibilitas dari sebuah perusahaan, hal itu tidak bisa sampaikan dalam waktu yang singkat, maka dari itu dinamai sebagai nilai historis karena memang prosesnya memakan waktu yang lama sehingga dapat mengendap di pikiran banyak orang.

Distribusi dan Biaya Logistik

Biaya distribusi dan logistik kadang dikenal juga sebagai “biaya yang tersembunyi” karena ternyata terdapat faktor yang bermacam-macam di dalamnya.

Di sini Balimoon akan membagi biaya ini ke dalam dua kategori “yang terprediksi” dan yang “tak terprediksi” sebagai berikut:

  • Yang terprediksi: gaji supir, sistem manajemen stok, dan biaya sewa gudang.
  • Yang tidak terprediksi: harga bahan bakar, pajak dan bea cukai, biaya merawat armada.

Mengapa ada dua kategori ini? Karena berdasarkan pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk proses ini “yang terprediksi’ adalah biaya yang keluar secara stagnan karena tidak terjadi perubahan secara signifikan dan cepat. Sementara untuk “yang tidak terprediksi” adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kondisi tertentu yang nilai bisa saja berbeda-beda.

Jika melihat dari kondisi di atas sangat tidak mungkin pengeluaran sesignifikan ini tidak dihitung ke dalam biaya penjualan sebuah produk kan?

Nah itu lah pembahasan mengenai 5 alasan yang membuat harga minuman alkohol jadi mahal menurut Balimoon, agar kamu semakin tahu nilai apa saja yang dihitung dalam penjualan sebuah minuman alkohol dan semakin memahami bagaimana proses dari sebuah minuman alkohol dari pembuatan hingga sampai ke tanganmu.

Buat kamu yang mulai penasaran dengan dunia minuman alkohol kamu bisa loh mulai dengan mengonsumsi minuman alkohol lokal khususnya buatan Balimoon yang menyediakan berbagai minuman alkohol seperti gin, whisky, tequila, dan masih banyak lagi.

Tertarik untuk memesan? kamu bisa hubungi kami melalui telepon/WhatsApp di: +62 821-4510-9578.