Minuman beralkohol memang sudah umum dikenal banyak orang yang sudah ada di tahap bisa membedakan mana yang minuman beralkohol buatan lokal dan internasional.
Tidak jarang cara membedakannya sesederhana dari mendengar nama merek saja, yang mana hal ini menunjukkan bahwa masing-masing minuman beralkohol buatan lokal atau internasional memiliki keunikan yang sudah dikenali penikmatnya.
Namun dari banyaknya pengetahuan yang dipahami ternyata tidak banyak yang tahu mengenai apa perbedaan proses pembuatan merek lokal dengan merek internasional, padahal dengan mengetahui hal ini sebagai penikmat minuman beralkohol akan makin memahami apa yang dikonsumsinya.
Nah untuk itu Balimoon akan menghadirkan perspektif baru dari pembahasan di atas secara mendalam di bawah ini.
Perbedaan Bahan Baku Meski Produknya Sama
Di Indonesia sendiri sudah berbagai produsen minuman beralkohol memproduksi Tequila yang mana bagi orang Meksiko sebagai awal terciptanya Tequila adalah minuman yang seharusnya hanya bisa diproduksi di Meksiko saja.
Hal ini dikarenakan Tequila adalah bagian dari warisan budaya yang karena itu Tequila sampai dilindungi oleh aturan bernama denominacion de origen (DO).
Aturan DO mengatakan bahwa tequila adalah minuman yang secara khusus diproduksi secara terbatas di lima wilayah Meksiko yaitu: Jalisco, Guanajuato, Michoacan, Nayarit, dan Tamaulipas karena kelima wilayah ini memiliki kualitas tanah dan kondisi iklim yang baik untuk pertumbuhan Agave.
Di dalam aturan DO itu juga menyebutkan bahwa orisinalitas sebuah Tequila dapat diakui secara internasional apabila diproduksi di lima wilayah tadi, yang pada kenyataannya produksi Tequila di luar kelima wilayah tersebut juga masih secara masif dilakukan, salah satunya adalah Oro Tequila buatan Balimoon.
Balimoon sendiri melakukan proses produksi yang mungkin tidak semuanya sama dengan yang dilakukan di Meksiko, karena Agave yang digunakan oleh Balimoon tumbuh bukan di lima wilayah yang ada di Meksiko melainkan di wilayah Gunung Agung yang mana pastinya akan memberikan keunikan tersendiri.
Efisiensi Vs Eksplorasi
Jika berbicara soal teknologi dalam pembuatan minuman keras agaknya tidak adil jika tidak membahas soal akses dan besaran dana yang dikucurkan untuk penggunaan teknologi pendukung produksi.
Pastinya produsen lokal juga menggunakan teknologi yang sayangnya memiliki keterbatasan dengan menggunakan teknologi lama karena teknologi terbaru memiliki harga yang mahal, atau bisa juga menggunakan metode hybrid yaitu menyatukan kinerja antara teknologi terkini dengan yang tradisional.
Sementara itu untuk produsen internasional yang jangkauan penjualannya sudah luas pastinya secara rutin memperbaharui teknologi yang mereka gunakan, tidak menutup kemungkinan juga apabila mereka melakukan eksplorasi dengan macam-macam teknologi baru yang tersedia guna mencari kemungkinan terbaik dari efektivitas produksi, hal ini bisa terjadi karena adanya akses kepada teknologi dan tersedianya dana untuk melakukan eksplorasi teknologi terbaru.
Keunikan Standar Mutu
Tahukah kamu jika produk yang dikonsumsi itu juga harus memperhatikan standar mutu, ini adalah salah satu bentuk dari perlindungan terhadap konsumen yang berarti apabila standar mutu ini tidak dipatuhi sesuai aturan maka yang takutnya terjadi penyalahgunaan yang mengorbankan konsumen sebagai penerima dampak negatifnya.
Untuk produsen minuman beralkohol internasional sendiri memiliki berbagai jenis standar mutu seperti Codex Alimentarius, ISO 22000 (manajemen keamanan pangan), GMP (Global Manufacturing Practice), dan HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Points).
Banyaknya standar mutu yang digunakan produsen internasional dikarenakan jangkauan pasar yang luas, sehingga memerlukan berbagai level standar mutu agar selain kualitas terjaga juga mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Berbeda dengan produsen besar standar mutu yang dimiliki oleh produsen minuman beralkohol lokal hanya harus mematuhi aturan regional, seperti di Indonesia terdapat aturan BPOM No.5 /2021 soal standar keamanan mutu minuman beralkohol dan BPOM No. 14/2016 soal label, bahan tambahan pangan, dan higienitas produksi.
Namun dengan sedikitnya standar mutu yang berlaku membuat produsen minuman beralkohol lokal juga bisa menerapkan standar mutu secara personal, seperti membuat variasi produk yang sesuai dengan lidah pelanggan lokal yang berguna untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan karenanya.
Perbedaan Skala Produksi dan Distribusi
Bagi produsen minuman beralkohol internasional permintaan dari pasar yang luas sudah pasti menjadi tantangan produksi dan distribusi, apalagi mengingat keragaman peningkatan harga dari pajak yang dikenakan dari berbagai negara tujuan.
Melayani pasar yang lebih besar sudah pasti memerlukan skala produksi yang besar pula, produksi yang dilakukan pun bukan hanya untuk produk siap jual melainkan juga untuk membuat stok produk di gudang yang akan berguna untuk menghadapi high season yang mana terjadi peningkatan konsumsi minuman beralkohol.
Sedangkan untuk produsen minuman beralkohol lokal upaya distribusi lah yang akan jadi tantangan daripada produksi, apalagi bagi produsen lokal Indonesia yang mana kita tahu memiliki bentang alam yang didominasi oleh kepulauan yang terpisah oleh laut, sudah barang tentu pendistribusian produk akan sangat menantang.
Namun kelebihan yang dimiliki oleh produsen lokal adalah cara produksi yang lebih efisien dan cepat karena volume pemesanan yang diterima tergolong tidak terlalu masif.
Aktivitas Marketing yang Lengkap dan Parsial
Produsen minuman beralkohol dengan pasar yang luas sudah jelas akan dengan yakin membuat aktivitas marketing secara lengkap atau yang biasa dikenal sebagai 360 marketing, sederhananya aktivitas marketing dilakukan di semua lini mulai dari online hingga offline yang berguna untuk menjalin hubungan baik dan tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan.
Sedangkan untuk produsen minuman beralkohol lokal tidak bisa dengan sembarangan melakukan aktivitas 360 marketing karena target pasarnya yang cukup spesifik sehingga yang seharusnya dilakukan adalah aktivitas marketing yang tepat guna..
Bagi produsen minuman beralkohol internasional kelima hal yang dibahas di atas bisa menjadi alasan mereka menaikkan harga jual produknya, yang membuat beberapa produk buatan produsen internasional ini memiliki status sebagai minuman alkohol paling mahal di dunia.
Nah itulah pembahasan lengkap mengenai 5 hal yang membedakan produksi minuman beralkohol lokal dan internasional menurut Balimoon, sekarang kamu sudah makin paham kan tentang produsen minuman beralkohol lokal dan internasional.
Namun jika kamu punya rasa penasaran lebih dengan minuman beralkohol lokal maka jangan ragu untuk beli produk Balimoon yang menyediakan mulai dari whisky, gin, tequila, dan masih banyak lainnya. Tunggu apalagi yuk mulai pesan melalui telepon/Whatsapp di nomor +62 821-4510-9578 dan buktikan keunikan rasa minuman beralkohol buatan lokal.